Breaking News
recent

5 Media Untuk Belajar TPA dan TIU

Dalam ujian USM PKN STAN terdapat materi TPA (Tes Potensi Akademik) dan TIU SKD (Tes Intelegensi Umum Seleksi Kompetensi Dasar).

Materi ujian keduanya hampir sama, olehkarena itu kalian bisa mempelajarinya dalam satu waktu.
Berikut ini adalah media media untuk belajar TPA dan SKD.

1. Novel Sastra

Dalam novel sastra, kita dapat menemukan istilah-istilah bahasa Indonesia, yang jarang kita temukan. Seperti cuplikan dari novel karya Sjuman Djaya, “Aku”.

Di teras sebuah lobi hotel di Jakarta, sebuah Ensamble musik kamar memainkan lagu-lagu romantis zaman sebelum perang, semua orang berpakaian lengkap melulu berdansa di sana. Banyak Tuan dan Nona bangsa belanda, ada juga kadet-kadet calon perwira, tidak nyana, anak telengas yang sudah sama sekali dewasa atau chairil namanya.

Kata yang bergaris bawah merupakan sebagian kata yang asing terdengar bagi kita pada zaman sekarang ini.

Ensamble = kelompok pemain musik

Tuan = Sebutan bagi laki-laki yang derajatnya lebih tinggi seperti kaum bangsawan atau ningrat (kalimat diatas menunjukan laki-laki yang belum menikah)

Nona = Sebutan bagi perempuan yang belum menikah

Kadet = Pelajar taruna

Tidak nyana = tidak mengira atau tidak menyangka (Nyana = mengira, menyangka)

2. Lagu Lagu Jadul

Dalam lagu jadul, banyak perumpamaan yang tidak masuk akal, namun tetap memiliki arti. Seperti lagu yang dibawakan, Doel sumbang feat Nini Karlina, dengan judul “Kalau Bulan Bisa Ngomong”.

Demi kamu aku pamit

Sebentar aku ke langit

Akan kugendong rembulan

Kukantongi bintang-bintang

Segera kubawa pulang

(untukmu,) ya untukmu..

Pada cuplikan lirik tersebut, terlihat ada seseorang yang sedang kasmaran dengan memberi gombalan. “akan ku gendong rembulan” dan “ku kantongi bintang-bintang” memberi gambaran. Jika cinta butuh pengorbanan. Bahkan hal yang tidak mungkin bisa diibaratkan menjadi hal mungkin, karena kekuatan cinta. Itulah penggambaran cinta dari makna lirik diatas.

3. Puisi


Dengan sajak yang terkenal dengan kemahsyurannya, banyak pula ditemukan perumpamaan pada bait puisi. Contohnya adalah puisi dari Sapardi Djoko Damono, yang berjudul “aku”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Pada cuplikan bait tersebut, terlihat seseorang yang sedang jatuh cinta. “dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” memberi gambaran. Jika cinta datang dengan ketulusan, bahkan kesalahan atau aib apapun, akan tertutup dengan kekuatan cinta. Itulah penggambaran cinta dari makna bait di atas.
ENS Bandung

ENS Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berinteraksi dengan kami, dengan mengirimkan pesan kepada kami. Kami akan senang untuk membalasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.